kesehatan organ intim wanita
Sabtu, 11 April 2015
Keluhan atau adanya gangguan kesehatan di daerah kewanitaan
Keluhan atau adanya gangguan kesehatan di daerah kewanitaan dapat menimbulkan penyakit seperti :
Cara merawat organ intim kewanitaan agar tidak longgar dan keputihan
- Jagalah kebersihan daerah genital dengan mencucinya setiap hari, terutama setelah buang air besar.
- Ketika sedang mandi, Anda harus membersihkan daerah klitor*s dan uretra karena mereka memiliki sekresi. Gunakan sabun khusus untuk membersihkan daerah kewanitaan Anda.
- Hindari pakaian dalam yang terbuat dari sintetis atau poliester, karena mudah basah dan membutuhkan waktu lama untuk kering.
- Sebelum melakukan hubungan badan dengan suami, cuci daerah genital Anda terlebih dahulu. Cara ini dilakukan agar membuat organ intim tetap bersih dan menghilangkan bau tidak sedap.
- Setelah bercinta, cuci kembali daerah genital Anda. Bersihkan daerah kewanitaan secara intens dalam 20 menit untuk menghindari infeksi.
- Setelah mandi, biasakan untuk mengeringkan daerah kewanitaan Anda. Kelembaban membuat bakteri berkembang biak lebih cepat. Ganti celana dalam Anda minimal dua kali sehari.
- Menghilangkan rambut kemaluan secara rutin. Rambut kemaluan yang terlalu lebat membuat organ intim menjadi lembab. Itulah yang menyebabkan munculnya bau organ intim dan infeksi bakteri.
- Selama menstruasi, ganti pembalut setelah 3-4 jam atau jika sudah basah. Hindari penggunaan tampon karena itu tidak higienis dan dapat menyebarkan bakteri atau meningkatkan pertumbuhan bakteri di daerah organ intim Anda.
- Segera ganti celana dalam Anda bila basah. Tetaplah untuk menjaga daerah genital Anda ini agar selalu tetap kering dan tidak lembab
- Hindari memakai celana yang ketat. Ini akan membuat kulit sulit bernafas sehingga daerah kewanitaan Anda menjadi sangat lembab.
- Jika Anda rentan terkena infeksi kelamin, cucilah bagian selangkangan dengan sabun pH setelah 2-3 kali buang air kecil.
- Jangan langsung duduk di toilet umum. Bersihkan permukaan toilet sebelum Anda duduk. Infeksi organ intim lebih sering disebabkan karena toilet umum. Jangan menyiram toilet ketika Anda masih duduk di sana, karena bakteri dan kuman dari toilet "terbang" saat Anda melakukannya.
- Hindari makan daging terlalu sering karena bisa menyebabkan bau organ intim menjadi tidak sedap. Untuk menjaga kebersihan daerah kewanitaan, Anda harus sering makan sayuran hijau, buah-buahan segar, dan minum 2 liter air setiap hari.
Agar Organ Intim Selalu Sehat
1. Pantyliner Penggunaan sehari-hari tidaklah perlu. Benda ini dianjurkan hanya dipakai untuk beberapa hari (dengan menggantinya setiap hari), persisnya sebelum dan sesudah menstruasi. Negara kita tergolong tropis, jika vagina terus ditutupi, kelembapannya akan meningkat, sehingga rentan terhadap timbulnya infeksi, terutama jamur.
2. Cairan pembersih vagina Tidak perlu setiap hari, cukup 2-3 hari sekali. Tapi, kalau terjadi masalah, seperti keputihan, boleh dipakai 2 kali sehari. Sebelum digunakan, sebaiknya diencerkan dengan air terlebih dahulu. Pilih yang memiliki pH atau derajat keasamannya sesuai dengan vagina, yaitu 3,5.
3. Sabun mandi biasa Tanpa sadar, setiap mandi kita menggosok organ kewanitaan dengan sabun mandi biasa. Hindari kebiasaan ini, karena pH sabun mandi dan vagina berbeda derajat keasamannya. Yang perlu Anda tahu, pH sabun mandi biasa terlalu tinggi (basa), sehingga dapat mengganggu kehidupan ‘kuman baik’ yang melindungi vagina.
4. Pembalut wanita Pembalut yang baik adalah yang permukaannya tetap kering, meski telah terisi darah haid. Biasanya, terbuat dari bahan film, bukan kertas. Jika darah yang keluar sedang banyak-banyaknya, pembalut perlu diganti 1-2 jam sekali. Setelah masa-masa ini lewat, boleh diganti 3-4 jam sekali.
5. Celana dalam sekali pakai Selain digunakan saat menjalani perawatan tubuh di spa, celana dalam berbahan seperti kertas ini sering kita bawa saat traveling. Tapi, hanya boleh dipakai selama beberapa hari. Sebaiknya ganti dengan celana berbahan katun saat tidur di malam hari.
6. Celana dalam Pilih dari bahan katun yang lembut dan berpori sehingga tidak menyebabkan iritasi. Karena, celana dalam ini melekat kuat dan menempel pada tubuh, termasuk organ kewanitaan. Agar vagina tetap kering dan nyaman, ganti minimal 2 kali sehari. Dan ganti lebih sering saat Anda merasa lembap atau mengalami keputihan.
2. Cairan pembersih vagina Tidak perlu setiap hari, cukup 2-3 hari sekali. Tapi, kalau terjadi masalah, seperti keputihan, boleh dipakai 2 kali sehari. Sebelum digunakan, sebaiknya diencerkan dengan air terlebih dahulu. Pilih yang memiliki pH atau derajat keasamannya sesuai dengan vagina, yaitu 3,5.
3. Sabun mandi biasa Tanpa sadar, setiap mandi kita menggosok organ kewanitaan dengan sabun mandi biasa. Hindari kebiasaan ini, karena pH sabun mandi dan vagina berbeda derajat keasamannya. Yang perlu Anda tahu, pH sabun mandi biasa terlalu tinggi (basa), sehingga dapat mengganggu kehidupan ‘kuman baik’ yang melindungi vagina.
4. Pembalut wanita Pembalut yang baik adalah yang permukaannya tetap kering, meski telah terisi darah haid. Biasanya, terbuat dari bahan film, bukan kertas. Jika darah yang keluar sedang banyak-banyaknya, pembalut perlu diganti 1-2 jam sekali. Setelah masa-masa ini lewat, boleh diganti 3-4 jam sekali.
5. Celana dalam sekali pakai Selain digunakan saat menjalani perawatan tubuh di spa, celana dalam berbahan seperti kertas ini sering kita bawa saat traveling. Tapi, hanya boleh dipakai selama beberapa hari. Sebaiknya ganti dengan celana berbahan katun saat tidur di malam hari.
6. Celana dalam Pilih dari bahan katun yang lembut dan berpori sehingga tidak menyebabkan iritasi. Karena, celana dalam ini melekat kuat dan menempel pada tubuh, termasuk organ kewanitaan. Agar vagina tetap kering dan nyaman, ganti minimal 2 kali sehari. Dan ganti lebih sering saat Anda merasa lembap atau mengalami keputihan.
Langganan:
Postingan (Atom)